Iseng

Sabtu, 05 Desember 2009

Belajar bahasa C++

Berbicara tentang C++ dan C sebagai bahasa pendahulunya, C
merupakan termasuk bahasa pemrograma n tingkat menengah.
Pencipta C adalah Brian W. Kernighan dan Dennis M. Ritchie
pada tahun 1972. C merupakan bahasa pemrograman
terstruktur yang membagi program ke dalam sejumlah blok
(sub program). Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam
pembuatan dan pengembangan program. Program yang ditulis
dengan C mudah sekali dipindahkan dari satu jenis mesin ke mesin lain. Hal ini
karena adanya standarisasi C yaitu ANSI (American National Standards Institute)
yang menjadi acuan para pembuat compiler C.
C++ diciptakan satu dekade setelah C. C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustroup
dari Laboratorium Bell, AT&T pada tahun 1983. Pada awalnya C++ diberi nama
“A better C”. Nama C++ sendiri diberinama oleh Rick Mascitti. Adapun tanda ++
berasal dari operator increment pada bahasa C.
Keistimewaan C++ adalah karena bahasa ini mendukung OOP (Object Oriented
Programming). Tujuan utama pembuatan C++ adalah untuk meningkatkan
produktivitas pemrogram dalam membuat aplikasi. Kebanyakan pakar setuju
bahwa OOP dan C++ mampu mengurangi kompleksitas terutama program yang
terdiri dari 10.000 baris lebih, bahkan dapat meningkatkan produktivitas 2x lipat
dari C, Pascal dan Basic.

B. Object Oriented Programming (OOP) Ide dasar OOP adalah mengkombinasikan data dan fungsi untuk mengakses data menjadi sebuah kesatuan unit. Unit ini dikenal dengan obyek. Sebagai gambaran untuk mempurmudah memahaminya, obyek sebenarnya dapat mencerminkan pola kerja manusia sehari-hari. Sebuah obyek dapat diibaratkan sebagai departemen di dalam sebuah perusahaan bisnis, misalnya departemen - penjualan - akunting - personalia Pembagian departemen dalam perusahaan merupakan upaya untuk memudahkan pengoperasian perusahaan. Sebagai gambaran, jika Anda seorang manajer penjualan di kantor pusat ingin mengetahui data para salesmen di kantor cabang, apa yang Anda lakukan? Langkah yang Anda tempuh pasti bukan datang ke kantor cabang dan mencari data-data tersebut. Untuk memudahkan tugas Anda cukup Anda menyuruh sekretaris untuk meminta informasi. Masalah bagaimana dan siapa yang mencarikan bukanlah urusan Anda. Analogi dengan hal itu, kalau seseorang bermaksud menggunakan obyek, ia cukup mengirim pesan ke obyek dan obyek itu sendiri yang akan menanganinya.

C. Program C++ Program C++ dapat dibuat menggunakan sebarang editor teks maupun editor sekaligus compilernya. Program utama berekstensi (.CPP). Pada saat kompilasi program utama bersama dengan file header (.h) akan diterjemahkan oleh compiler menjadi file obyek (.OBJ). Selanjutnya file obyek ini bersama-sama dengan file obyek lain dan file library (.LIB) dikaitkan menjadi satu oleh linker. Hasilnya adalah file (.EXE) executable.

D. Compiler C++ Compiler C++ yang telah beredar di pasaran antara lain Microsoft C/C++ dan Visual C++. Keduanya dari Microsoft. Sementara Borland international juga mengeluarkan Turbo C++ dan Borland C++.Untuk Lv Pertama Programx Adalah ni,,,
Script "Hello Word"

#include
void main()
{
cout << “Hello world.\n”;
}

ScreenShotnya D bawah ini :

Label:

posted by UNAI at 19.44 0 comments

Kamis, 03 Desember 2009

Tips Sukses Belajar Pemrograman

“Saya sudah lama belajar pemrograman, tapi mengapa sampai saat ini kok tidak bisa-bisa ya Pak?”. Pertanyaan itu sering dilontarkan kepada saya dari banyak orang, baik lewat YM maupun email. Ada lagi yang menanyakan, “Apa modal dasar belajar pemrograman Pak?”. Masih banyak lagi tipe-tipe pertanyaan lain yang senada.

Dalam artikel kali ini saya akan memaparkan beberapa tips bagaimana cara sukses belajar pemrograman.

Tidak tahu mengapa, bahwa ilmu tentang pemrograman ini gampang-gampang susah. Gampang ketika dijelasin cara bikin program oleh sang dosen. OO…. ternyata cuman gitu aja to… Tapi kalau ada tugas atau disuruh bikin program dari suatu studi kasus tertentu, banyak yang mengeluh… wah kok sulit ya… trus ujung-ujungnya copas miliknya teman :-(

Memang modal dasar pemrograman hanyalah penguasaan pada logika dan algoritma. Pelajaran logika, telah kita terima di pelajaran matematika SMU. So.. saya yakin para programmer pemula pasti sudah menguasai hal ini. Nah… yang terpenting adalah algoritma.

Perlu menjadi catatan di sini adalah, algoritma bukanlah teori maupun rumus yang perlu dihapalkan. Untuk belajar algoritma, perlu banyak waktu dan latihan. Tips untuk belajar algoritma hanyalah dengan memperbanyak latihan bagaimana mencari langkah-langkah solusi secara logis. Kalau perlu buat masalah sendiri dan cari langkah solusinya. Selain itu jangan hanya puas dengan mengerjakan tugas dari dosen. Karena tugas dari dosen itu scope nya kecil… masih banyak hal lain di luar tugas dosen yang perlu dieksplorasi.

Nah… terkadang, programmer pemula kesulitan dalam mengekspresikan algoritma yang ada di benaknya ke dalam bentuk algoritma pemrograman. Misalnya “Pak… saya sebenarnya tahu cara mencari nilai n faktorial, tapi kok rasanya sulit mengekspresikan ke dalam algoritma pemrogramannya?”. Hal ini juga perlu banyak latihan dan juga dengan melihat banyak contoh-contoh algoritma yang ada. Pelajari bagaimana teknik pengekspresian algoritma.

Terkadang… untuk menentukan algoritma penyelesaian suatu kasus itu muncul karena insting sang programmer. Nah… insting ini muncul kalo penguasaan atau jam terbang sang programmer sudah banyak.

Setelah konsep algoritma ini dikuasai, silakan Anda memilih salah satu jenis bahasa pemrograman yang disukai. Pada prinsipnya, jika konsep algoritma sudah dipegang, mau pindah ke bahasa pemrograman apapun bisa, karena bila sudah masuk ke bahasa pemrograman, fokusnya ke penguasaan sintaks atau aturan penulisan perintah. Nah.. sintaks ini bisa dihapalkan.

Saran saya, sebaiknya kita menguasai lebih dari satu bahasa pemrograman. Mengapa demikian? Ya… karena lapangan kerja tidak hanya membutuhkan satu jenis bahasa pemrograman saja. Misalnya perusahaan X butuh programmer Java, sedangkan perusahaan Y butuh programmer C++ dsb. Semakin banyak bahasa pemrograman yang kita kuasai, maka semakin baik dan bisa lebih berpotensi bagi karir kita.

Ok mudah-mudahan berguna bagi Anda para new comer di bidang programmer.

Label:

posted by UNAI at 19.49 0 comments

Rabu, 02 Desember 2009

Algoritma dan Pemrograman

Algoritma seperti kata kebanyakan orang, bukanlah sesuatu yang hanya berhubungan dengan dunia komputer saja. Algoritma juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini saya mau membahas contoh yang mungkin kedengaran tidak “lazim” digunakan untuk memberi gambaran mengenai algoritma :D.
Beberapa contoh sederhana mengenai algoritma yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari – hari misalnya:
1. Memasak mie instant.
Prosesnya sbb: memanaskan air, membuka pembungkus mie instant (tentunya), memasukkan mie ke dalam air, taruh bumbu di piring, angkat mie jika sudah masak, campurkan dengan bumbu yang sudah ada di piring dengan mie, makan… :D (koq jadi laper? :D)
2. Menelepon
Prosesnya sbb: angkat telepon, tekan nomor teleponnya:
• jika diangkat maka mulai berbicara setelah selesai tutup teleponnya
• jika tidak diangkat, maka tutup teleponnya

Dan masih banyak lagi contoh – contoh sederhana mengenai algoritma yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari.

Algoritma Pemrograman
Sekarang kita mulai membicarakan mengenai algoritma pemrograman. Pertama – tama, akan saya kutip dulu ciri – ciri dari algoritma seperti yang dipaparkan oleh Donald E. Knuth:
• Algoritma mempunyai awal dan akhir.
• Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat sehingga tidak memiliki arti ganda (ambigu).
• Memiliki masukan (input) atau kondisi awal.
• Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir.
• Algoritma harus efektif; bila digunakan benar – benar menyelesaikan persoalan.

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu setuju dengan hal – hal seperti itu yang terkesan terlalu membatasi. Karena sebenarnya ada banyak cara untuk menghasilkan sesuatu tanpa harus mengikuti aturan yang “baku” / satu aturan saja yang terkesan mengikat, iya kan? Namun jika ada yang mau “bertindak” seperti yang telah dipaparkan di atas, itu sah – sah saja.
Sekarang, kita akan melihat beberapa program, mulai dari yang mudah sampai yang cukup sulit, beserta penjelasannya.
Nilai Terbesar Dari 3 Buah Bilangan
Untuk mencari nilai terbesar dari 3 buah bilangan, dalam C++, kode yang saya gunakan adalah sbb:

#include
using namespace std;

void main() {
int a, b, c, d;
cout << "nilai 1: ";
cin >> a;
cout << "nilai 2: ";
cin >> b;
cout << "nilai 3: ";
cin >> d;

c = (a > b ? a : b);

cout << "nilai terbesar adalah : " << (c > d ? c : d) << "\n";
}

Logika:
Bandingkan nilai pertama dengan nilai kedua. Kemudian yang lebih besar di antara nilai tersebut di bandingkan dengan nilai berikutnya (nilai ke tiga), sehingga di dapat nilai terbesar di antara ketiga variabel tersebut.

Label:

posted by UNAI at 00.43 0 comments

Senin, 30 November 2009

BELAJAR PEMROGRAMAN DENGAN BAHASA C++ JA/A DARI NOL MENJADI ANDAL

Dunia pemrograman di bidang aplikasi komputer mempunyai lingkungan yang semakin luas dan banyak diminati. Bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk belajar membuat program pada saat ini adalah bahasa pemrograman C++ dan Java, karena memiliki kelengkapan fungsi yang dapat digunakan sebagai struktur data dan pemrograman berorientasi objek. Selain itu, dengan belajar menggunakan bahasa pemrograman C++ dan Java diharapkan akan mempermudah belajar bahasa pemrograman yang lain karena banyak bahasa pemrograman dikembangkan berdasarkan kedua bahasa pemrograman tersebut.

Dalam buku ini akan dibahas bagaimana membuat program mulai dari tingkat dasar sehingga orang yang belum mengetahui pemrograman sekalipun akan dapat memiliki kemampuan dasar pemrograman dengan membaca dan mengaplikasikan contoh-contoh yang diberikan. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang mudah dipahami oleh pemula dan cukup lengkap untuk pengetahuan dasar di bidang pemrograman.

Label:

posted by UNAI at 23.06 0 comments